Bersama Angin..
Uncategorized Tagged angin, lelaki, pergi 14 Comments »Ditemani angin yang datang dengan bisikan
Aku kumpulkan remah-remah yang ditinggalkannya
Melihatnya pergi menari bersama bulan, awan, bintang dan kunang-kunang
Jauh diantara mega, aku bisa melihat sayapnya yang lebar memancarkan pendar-pendar serbuk bintang.. indah
Angin membisik pelan “kamu bisa”
Maka kuperintahkan sayap rapuhku untuk terbang.. membumbung pelan menujunya
Angin bernyanyi lirih “menarilah..bergembiralah..tunjukkan warnamu yang seindah pelangi”
Aku tidak ingin seindah pelangi, aku hanya ingin bersamanya lagi..
“Perjalanan sejatinya untuk dinikmati..”, angin mengecup lembut pipiku
Kecupannyalah yang mengingatkanku pada lelaki pendar serbuk bintang
Dan tanpa sadar..aku mulai menari..berwarna..
Entah kapan..dan bagaimana aku bisa mengejar lelaki pendar serbuk bintang
Selama aku masih bisa melihatnya diantara mega, kabut, siang dan malam..
Diantara embun, kelopak bunga, dan lembutnya kecupan angin..
Aku tahu dia tidak pernah pergi terlalu jauh..
